Welcome

Selamat datang parents...

Dearest Smart Mommies and Daddies..
Alhamdulillah Kineta sudah berjalan kurang lebih 2 tahun ... dengan suka cita dan kasih yang tulus, berupaya memberikan layanan sebagai solusi pintar bagi smart parents tentunya..

Kineta merupakan rental perlengkapan bayi yang berlokasi di Bogor. Namun saat ini, selain memberikan layanan rental perlengkapan bayi, kami juga menjual perlengkapan bayi second dengan kondisi yang baik dan juga menjual ex-gift dengan harga miring. :)


* Rental Perlengkapan Bayi

Menanti sang buah hati merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap parents, dan sudah tentu kita ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati kita nanti. Dalam merawat sang buah hati, kita memerlukan perlengkapan yang baik dan memadai bagi kenyamanan sang buah hati, sehingga ia dapat tumbuh dan berkembang baik secara psikis dan motorik.

Kami memperkenalkan rental perlengkapan bayi untuk buah hati Anda. Karena saat ini harga-harga perlengkapan bayi cukup mahal dan hanya dipakai dalam periode tertentu saja, serta space yang dibutuhkan untuk penyimpanan memakan tempat, dengan menyewanya merupakan solusi pintar parents untuk buah hati Anda.

Sebagai informasi, barang-barang yang kami sewakan dalam kondisi baik, bersih dan tentunya steril karena kami melakukan sterilisasi khusus sebelum barang akan disewakan. Smart solutions bukan ??



* Jual Second & Ex-Gift
Jika parents bermaksud untuk memiliki barang-barang perlengkapan bayi dengan harga miring, namun masih dengan kondisi layak dan bersih, atau ingin memberikan kado kepada kolega yang sedang melahirkan, kami menyediakan beberapa pilihan yang bisa menjadi smart solutions. Ex Gift yang masih baik dan layak (masih tersegel) bisa jadi alternatif. Tidak perlu khawatir parents..karena barang-barang tersebut berkualitas dan bersih tentunya.





Salam hangat untuk buah hati Anda....
Kineta



Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*]





Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*]










==========================================================






Tuesday, January 26, 2010

Stop Sunat Anak Perempuan!

Posted by kineta baby's smart solutions at 9:05 PM
Praktik sunat memang merupakan hal umum untuk anak lelaki. Namun kalangan kedokteran sendiri sangat tidak menganjurkannya untuk anak perempuan.
Pernahkah Anda menyaksikan satu episode Oprah Winfrey yang menayangkan praktik sirkumsisi pada anak perempuan di suatu daerah di Afrika? Praktik yang dilakukan berdasarkan tradisi turun temurun itu dilakukan dengan cara memotong klitoris. Di banyak daerah Indonesia, seperti Sumatra Barat, Madura, dan Sulawesi Selatan, praktik sunat perempuan masih menjadi tradisi.
Praktik sunat perempuan seringkali dikaitkan dengan agama, terutama Islam, meski hal ini masih mengundang pro dan kontra. Majelis Ulama Indonesia sendiri membolehkan namun bukan dengan mengiris apalagi memotong. Sementara dari segi media, sunat perempuan sangat tidak dianjurkan karena membahayakan.

Tidak Dikenal di Dunia Medis
Dr. Rudy Sutedja, Sp. B dari RS Siloam Kebon Jeruk dengan tegas menyatakan bahwa dalam standar pelayanan kesehatan, dunia medis tidak mengenal adanya sunat perempuan. “Di Afrika memang benar ada praktik sirkumsisi yang memotong klitoris, tetapi hal ini dilakukan lebih kepada pelaksanaan tradisi dalam budaya mereka dan tentunya sangat berisiko. Dunia medis sendiri hanya mengenal dan mengakui tindakan sirkumsisi untuk anak lelaki,” tuturnya.
Namun dokter spesialis bedah ini mengakui bahwa di Indonesia, terutama pada daerah-daerah pelosok masih ada masyarakat yang meminta tenaga medis melakukan tindakan sirkumsisi pada anak perempuan.

Tradisi dan Simbolis
Nyatanya, WHO (World Health Organization) bahkan menggolongkan tindakan ini sebagai female genital mutilation (FGM), tindakan yang berbeda dengan sunat pada pria (male circumcision). Merujuk pada WHO, FGM memiliki empat jenis metode. Metode pertama adalah clitoridectomy, yaitu pemotongan kulit di sekitar klitoris atau bagian yang bila ada pada penis disebut sebagai preputium, dengan atau tanpa mengiris/menggores bagian atau seluruh klitoris. Metode kedua disebut sebagai excision, berupa pemotongan klitoris disertai pemotongan sebagian atau seluruh labia minora. Yang ketiga adalah infibulation, berupa pemotongan bagian atau seluruh alat kelamin luar disertai penjahitan/penyempitan lubang vagina (infibulasi). Sementara metode terakhir berupa segala macam prosedur yang dilakukan pada genital untuk tujuan non-medis, penusukkan, perlubangan, atau pengirisan/penggoresan terhadap klitoris.
Di Indonesia sendiri, praktik FGM yang kerap disebut sebagai sunat perempuan ini terbagi dalam simbolik, yang berarti tidak ada penggoresan (insisi) atau penghilangan bagian (eksisi), dan praktik yang tergolong berbahaya, yaitu melakukan insisi atau eksisi sebagian jaringan organ genital. Berdasarkan hasil penelitian Population Council di enam provinsi di Indonesia pada 2001-2003, 28 persen masyarakat Indonesia melakukan sunat perempuan secara simbolik. “Praktik FGM simbolik ini biasanya dilakukan dengan melakukan sedikit goresan pada klitoris dan tidak membuang apapun. Tapi ada juga yang melakukannya benar-benar simbolis, misalnya bidan hanya menempelkan gunting di daerah labia minora,” tutur Dr. Rudy.

Tidak Bermanfaat
Kendati masih cukup banyak yang melakukannya, FGM sendiri juga tidak memiliki manfaat kesehatan seperti layaknya pada sunat pria. “Menggores saja sangat tidak dianjurkan, apalagi sampai memotong klitoris. Kemungkinan infeksi sangat bisa terjadi dan akibatnya bisa berisiko tinggi dan berbahaya,” tambah Dr. Rudy.
Dr. Rini Sekartini, Sp.A (K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM pun sependapat. “Secara medis, FGM tidak ada manfaatnya. Praktik yang terjadi selama ini memang tidak terlepas dari nilai kultur masyarakat saja,” tuturnya.
Tahun 1997, WHO beserta United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan United Nations Population Fund (UNFPA) menentang praktik FGM tersebut karena memang secara medis tidak diperlukan. Di Indonesia sendiri bahkan Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan mendukung semua usaha untuk menghapus pelaksanaan FGM dan mengusahakan agar Departemen Kesehatan menerbitkan larangan bagi petugas medis/paramedis, termasuk fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, untuk tidak melakukan medikalisasi sunat pada perempuan.


********************

Dalam Pandangan Islam
Dalam suatu seminar tentang sunat perempuan, pada 7 Mei 2009, Dr. H. Asrarun Ni’am, MA mengemukakan bahwa fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) menyatakan bahwa sunat perempuan boleh dilakukan asa tidak menyimpang. MUI menegaskan batasan atau tata cara khitan perempuan seusia dengan ketentuan syariah, yaitu khitan perempuan dilakukan cukup dengan hanya menghilangkan selaput (jaldah atau praeputium) yang menutupi klitoris; dan khitan perempuan tidak boleh dilakukan secara berlebihan, seperti memotong atau melukai klitoris (insisi dan eksisi).

******************

Berisiko Tinggi
Tanpa ada manfaat dari segi medis, nyatanya FGM pun mendatangkan risiko kini dan jangka panjang.
• Nyeri luar biasa
• Perdarahan
• Tetanus
• Infeksi bakteri
• Air seni yang tertahan
• Luka terbuka di bagian kelamin
• Cedera jaringan genital
• Infeksi kandung kemih
• Kista
• Masalah infertilitas
• Kebutuhan akan tindakan operasi susulan di kemudian hari untuk pembenahan fungsi genital

Dicopy dari http://parentsindonesia.com/

0 comments:

Related Posts with Thumbnails

Info Selingan

 

kineta rental perlengkapan bayi Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Editng by Jasa SEO